Kamis, 05 Juli 2012

Study Kasus Phobia


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

 Phobia itu ketakutan yang tidak rasional dan termasuk kategori gangguan cemas. Jadi phobia itu seseorang merasa cemas, takut, khawatir yang berlebihan terhadap sesuatu yang seharusnya tidak menakutkan,”

B.    Rumusan Masalah
·         Phobia apa yang dialami anak ?
·         Apakah faktor penyebab phobia ?
·         Bagaimana cara mengatasi phobia yang dialami anak ?

C.    Tujuan Makalah
Untuk mengetahui :
·         Phobia apa yang dialami anak
·         Faktor penyebab phobia
·         Cara mengatasi phobia yang dialami anak
 

BAB II
IDENTIFIKASI KASUS

A.    Identitas Anak

1.      Nama Lengkap 
2.      Tempat dan tanggal lahir
3.      Jenis Kelamin
4.      Agama  
5.      Alamat 
6.      Sekolah 
7.      Kelas
8.      Jumlah saudara
9.      Anak ke
10.  Status keluarga
11.  Tinggal bersama
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Mutia Noverda Rizal
Padang, 18 November 1998
Perempuan
Islam
Taruko I Padang
SLB Wacana Asih
Tunagrahita C1
1 (satu) orang
1 (satu)
Anak Kandung
Orang tua

B.     Identitas Orang Tua Anak
Ayah
Nama
Agama
Pekerjaan
Alamat

:
:
:
:

Syafrizal
Islam
Dosen
Taruko I Padang
Ibu
Nama
Agama
Pekerjaan
Alamat

:
:
:
:

Arita Novita
Islam
Ibu Rumah Tangga
Taruko I Padang


BAB III
DIAGNOSIS PHOBIA
A.     Masalah yang Dihadapi Anak
            Masalah yang dihadapi anak adalah :
1.      Takut saat melihat kapas.
2.      Sering menjerit – jerit bila di dekatkan dengan kapas.
3.      Lari terbirit – birit bila dihadapkan dengan kapas secara tiba- tiba.

B.    Faktor Penyebab Timbulnya Masalah
      Faktor yang menyebabkan anak phobia kapaas adalah:
1.      Sewaktu kecil anak melihat mayat yang mukanya dipenuhi oleh kapas.
2.      Sering ditakt-takuti dengan kapas yang ditiup  di depannya.

C.    Pemecahan Masalah / Alternatif Penyelesaian Masalah
Beberapa alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil :
1.      Menghindari hal – hal ang membuat phobia, misalnya menghindari kapas.
2.   Cara yang kedua yaitu sengaja terus meng-expose diri dengan hal -hal yang membuat phobia, tentu saja sambil melatih diri dan mengubah cara berpikir supaya tidak lagi takut terhadap hal-hal tersebut. Terapi untuk hal ini disebut Cognitive Behavioral Therapy. Orang yang mengikuti terapi ini akan selalu dicheck kelakuan-kelakuannya yang bersifat irasional, pikirannya juga selalu dimonitor. Biasanya terapi dilakukan dengan meng-expose secara gradual dengan hal yang ditakuti. Dia mula-mula akan diminta untuk memegang kapas, menggunakan kapas sebagai pembersih muka, dan jangan dihadapkan kepada hal yang menakutkan seperti kapas untuk orang meninggal.
BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari beberapa uraian sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa phobia bisa disembuhkan minimal dikurangi.

B.     Saran
1.      Orang tua harus menimbulkan kepercayaan diri anak.
2.      Orang tua harus membimbing anak kea rah perbaikan.
3.      Anak harus berusaha melawan rasa takut terhadap kapas.

Selasa, 05 Juni 2012

Neorosis


A.    Pengertian Neurosis
         Neurosis kadang-kadang disebut psikoneurosis dan gangguan jiwa (untuk membedakannya dengan psikosis atau penyakit jiwa. Menurut Singgih Dirgagunarsa (1978 : 143), neurosis adalah gangguan yang terjadi hanya pada sebagian dari kepribadian, sehingga orang yang mengalaminya masih bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan biasa sehari-hari atau masih bisa belajar, dan jarang memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.
Dali Gulo (1982 : 179), berpendapat bahwa neurosis adalah suatu kelainan mental, hanya memberi pengaruh pada sebagaian kepribadian, lebih ringan dari psikosis, dan seringkali ditandai dengan : keadaan cemas yang kronis, gangguan-gangguan pada indera dan motorik, hambatan emosi, kurang perhatian terhadap lingkungan, dan kurang memiliki energi fisik, dst.
Neurosis, menurut W.F. Maramis (1980 : 97), adalah suatu kesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tidak diselesaikan suatu konflik tidak sadar.
Berdasarkan pendapat mengenai neurosis dari para ahli tersebut dapat diidentifikasi pokok-pokok pengertian mengenai neurosis sebagai berikut:
a.       Neurosis merupakan gangguan jiwa pada taraf ringan.
b.      Neurosis terjadi pada sebagian kecil aspek kepribadian.
c.       Neurosis dapat dikenali berdasarkan gejala yang paling menonjol yaitu kecemasan.
d.       Penderita neurosis masih mampu menyesuaikan diri dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
e.       Penderita neurosis tidak memerlukan perawatan khusus di rumah sakit jiwa.

B.     Faktor Penyebab Neurosis
Sebab – sebab yang utama dari neurosis ini adalah factor psikologis dan cultural, yang menyebabkan timbulnya banyak stress dan ketegangan – ketegangan kuat yang kronis pada seseorang, seperti kenaikan harga BBM yang terjadi saat ini, bagi masyarakat ekonomi lemai ini menimbulkan masalah baginya karena dengan naiknya harga BBM segala yang di beli mahal. Ini bisa menimbulkan stress dan ketegangan, sehinggapribadi mengalami frustasi hebat, konflik – konflik emosional kepatahan fisik sehingga menjadi sakit secara jasmaniah dan pada akhirnya mengalami menal breakdown (kepatahan mental)
Sebab – sebab lain ialah :
1.    Ketakutan yang terus menerus dan sering tidak rasional
2.    Ketidak seimbangan kepribadian.
3.    Rasa takut terhadap sebuah kegagalan yang ia lakukan secara bertubi-tubi.
4.    Adanya tekanan-tekanan terhadap emosi negatif yang dia terima akibat kesalahan yang ia perbuat, namun hal itu semua tidak dapat dipastikan berjalan secara lancar
5.    Neurosis ini bisa juga disebabkan dorongan seksualyang tidak puas atau terhambat.
Sehingga semua penyebab itu menimbulkan konflik batin, ketakutan serta adanya rasa kecemasan.

C.    Tanda – Tanda Neurosis
         Penderita mengalami gangguan dengan gejala berikut :
1.      Penderita tidak mempu mengedakan adaptasi terhadap lingkungan.
2.      Tingkah lakunya jadi abnormal dan aneh – aneh. Akan tetapi kebanyakan dari mereka itu belum memerlukan hospitalisasi (perawatan di rumah sakit jiwa)
3.      Penderita biasanya tidak mengerti dirinya sendiri
4.      Membenci dirinya sendiri
5.      Reaksi rasa was-was yang selalu diliputi keresahan yang tidak tentu arah atau tidak menentu.
6.      Seringnya mengeluarkan keringat secara berlebihan, terutama dibagian telapak tangan.
7.      Dalam lingkungan masyarakat sering merasa terasingkan (minder), Ia merasa tidak mampu bergaul dengan keadaan disekitarnya.
8.      Takut salah dalam setiap kali mengambil keputusan ataupun sulit melakukan konsentrasi dalam mengambil setiap keputusan.
        
D.    Beberapa Kasus Neurosis
Bapak psikosonalisis “Simund Freud” mengatakan seorang yang menderita neurosis akan bersifat sejujurnya walaupun apa yang ia katakan bersifat aneh ataupun tidak masuk akal karena sering kali apa yang ia katakan itu jorok, naif, dan gila-gilaan.
            Beberapa kasus neurosis adalah :
1.      Seorang anak kembar di Semarang bunuh diri karena kembarannya rengking satu, sedangkan dia tidak. Jiwa anak tersebut sangat tertekan. Karena dalam hal ini ia tidak mampu nengerti dirinya sendiri dan keinginannya ia harus sama dengan kembarannya tersebut. Dan untuk keluar dari masalahnya ia lebih memilih jalan pintas yaitu bunuh diri.
2.      Di daerah Gunung Kidul, adapula beberapa kasus bunuh diri terutama bunuh diri dengan gantung diri. Kasus bunuh diri ini menurut Prof. Suryo (Pemlik RSJ Khusus Puri Nirala, Yogjakarta) adalah karena neurosis. Disana ada kepercayaan kalau ada gejala suatu langit, di daerah tersebut esok harinya pasti ada penduduk yang bunuh diri dengan gantung diri. Namun sampai sekarang penyebabnya sulit diketahui.

Upaya Pencegahan Neurosis
            Neurosis merupakan suatu penyakit yang longlife, artinya bisa diderita seumur hidup, hanya gejalanya bisa merendah atau meninggi. Seseorag yang sudah menderita neurosis sulit utuk sembuh secara sempurna. Neurosis basa ditolong dengan memberikan obat untuk menenangkan dirinya namun iu hanya langkah awal untuk melakuan pencegahan, hal berikutnya yang dilakuan dengan memberikan terapi kejiwaan kepada sipenderita melalui jasa psikiater. Namun tidak lupa juga diberikan bimbingan utntuk melakukan pendekatan kepada sang pencipta dengan membiasakan beribadah.